Di tengah panasnya siang di Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri, empat pria duduk rapi melipat kaus dan celana. Semua masih bersih. Semua layak pakai. Mereka memasukkannya ke dalam tas kresek merah besar, disusun rapi di lincak belakang rumah. Bukan untuk dijual. Bukan untuk konten viral. Tapi untuk diberikan kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang telantar di jalanan.
Inilah kisah Komunitas Wong-Wong Ngadiluwih (WWN). Sebuah komunitas sosial Kediri yang lahir dari grup Facebook sederhana tahun 2012, dan sejak 2015 berubah menjadi gerakan sosial nyata yang konsisten membantu ODGJ, gelandangan, serta lansia sebatang kara di Kediri Raya.
Apa yang membuat mereka berbeda? Bukan sekadar berbagi sembako. Bukan hanya renovasi rumah lansia. Mereka melakukan sesuatu yang jarang disentuh banyak pihak: memanusiakan manusia secara manusiawi.
Sejarah Wong-Wong Ngadiluwih: Dari Facebook Ke Lapangan Sosial
Awalnya, grup Facebook ini dibuat oleh Mas Wanto hanya untuk ajakan kumpul dan ngopi antar pemuda Ngadiluwih. Nama grupnya sederhana: Wong-Wong Ngadiluwih. Artinya: orang-orang Ngadiluwih.
Namun seperti api kecil yang ditiup angin kebaikan, grup ini tumbuh menjadi komunitas sosial Kediri yang bergerak aktif membantu masyarakat rentan.
Harry Purniawan bersama Badrus, Tomi, Feri, dan puluhan anggota lainnya mulai memanfaatkan kekuatan media sosial bukan untuk debat atau drama digital, tapi untuk:
-
Penggalangan donasi transparan
-
Bedah rumah lansia tidak layak huni
-
Pembagian sembako gratis
-
Make Over ODGJ di jalanan
Sebuah transformasi yang membuktikan bahwa Facebook bukan hanya tempat scroll tanpa arah. Ia bisa menjadi mesin perubahan sosial jika diisi orang-orang dengan niat tulus.
Make Over ODGJ Kediri: Gerakan Yang Jarang Dilakukan, Tapi Sangat Dibutuhkan
Inilah program yang membuat WWN dikenal luas: Make Over ODGJ.
Bukan sekadar memberi nasi bungkus. Mereka:
-
Mengidentifikasi ODGJ telantar di Kediri Raya
-
Mendekati dengan komunikasi persuasif dan humanis
-
Meminta izin untuk grooming
-
Memotong rambut
-
Memandikan dengan air bersih yang dibawa menggunakan galon besar
-
Memberikan pakaian layak pakai
-
Mengarahkan ke puskesmas atau rumah sakit jiwa jika diperlukan
Dengan tiga mobil pikap, puluhan relawan, dan perlengkapan sederhana, mereka berkeliling mencari ODGJ yang tidak terawat.
Yang menarik? Tidak ada pemaksaan.
Jika ODGJ kabur, mereka tidak mengejar. Mereka mendekat perlahan. Mereka belajar memahami psikologi ODGJ jalanan. Mereka membangun rasa aman terlebih dahulu.
Inilah pendekatan sosial humanis Kediri yang jarang dilakukan komunitas lain.
Make Over ODGJ bukan tentang penampilan. Ini tentang mengembalikan harga diri. Tentang mengingatkan bahwa mereka tetap manusia.
Bedah Rumah Lansia Kediri: Dari Grup Facebook Ke Rumah Layak Huni
Selain peduli ODGJ, WWN juga aktif melakukan bedah rumah lansia tidak mampu.
Contohnya:
-
Renovasi rumah Mbah Surono di Branggahan
-
Renovasi rumah Mbah Sumirah di desa sebelah
Sistemnya sederhana namun transparan:
-
Anggota mengajukan rumah tidak layak huni di grup Facebook.
-
Dokumentasi diunggah ke grup.
-
Donasi dikumpulkan secara terbuka.
-
100 persen dana dicairkan untuk renovasi.
Sering kali TNI dan Polri turut membantu tenaga dalam proses renovasi.
Inilah model gotong royong digital Kediri yang nyata. Tanpa potongan admin. Tanpa drama pencitraan.
Filosofi WWN: Memanusiakan Manusia Secara Manusiawi
Moto mereka sederhana namun kuat:
Memanusiakan manusia secara manusiawi.
Bagi mereka, jika tujuan aksi sosial hanya untuk pamer di media sosial, lebih baik istirahat saja di rumah. Mereka tidak mencari viral. Mereka mencari makna.
Dan justru karena tidak mengejar viral, gerakan mereka terasa autentik.
Mengapa Gerakan Sosial Seperti Ini Sangat Penting Di Era Digital?
Di era algoritma, banyak orang berlomba tampil. Tapi sedikit yang benar-benar turun tangan.
Komunitas Wong-Wong Ngadiluwih membuktikan bahwa:
-
Grup Facebook bisa menjadi pusat gerakan sosial.
-
Donasi online bisa dikelola transparan.
-
Aksi sosial ODGJ bisa dilakukan dengan pendekatan empati.
-
Bedah rumah lansia bisa dimulai dari obrolan digital.
Ini adalah contoh nyata bagaimana komunitas sosial berbasis media sosial mampu menciptakan dampak berkelanjutan.
Cakupan Wilayah: Tidak Hanya Ngadiluwih
Meski bernama Wong-Wong Ngadiluwih, cakupan gerakan mereka meluas hingga:
-
Kabupaten Kediri
-
Blitar
-
Tulungagung
Gerakan sosial Kediri Raya ini terus berkembang seiring bertambahnya relawan dan donatur.
Dampak Sosial Jangka Panjang
Apa dampaknya?
-
ODGJ lebih terawat dan lebih mudah diarahkan ke layanan kesehatan.
-
Lansia sebatang kara memiliki rumah layak huni.
-
Solidaritas pemuda meningkat.
-
Media sosial digunakan untuk kebaikan nyata.
-
Masyarakat teredukasi bahwa ODGJ bukan untuk dijauhi, tapi dirangkul.
Ini bukan sekadar kegiatan sosial. Ini gerakan perubahan paradigma sosial terhadap kelompok rentan.






