Newsjatim.com // – Kediri, Bazar takjil dan Jajan Lebaran “Merah Putih” Desa Ngadiluwih menjadi destinasi favorit warga untuk berburu menu berbuka puasa selama Ramadan. Kegiatan yang dimulai pukul 15.00 WIB hingga 20.00 WIB ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah.
Sejak sore hari, warga desa dan sekitarnya memadati deretan lapak pedagang yang menjajakan aneka makanan dan minuman.
Selain membeli takjil, banyak pengunjung yang memanfaatkan momen ini untuk berjalan-jalan sambil menunggu waktu magrib dengan suasana pemandangan persawahan dan pegunungan.
Salah satu pengunjung, Novi, pas hari pertama datang ke bazar tersebut. Ia menilai pilihan menu yang beragam serta harga yang terjangkau menjadi daya tarik utama.
“Kalau disini saya pasti ke bazar takjil, karena banyak pedagang yang menjual makanan dan minuman berbagai macam jajan lebaran, dan harganya terjangkau,” ujar Novi, warga sekitar Ngadiluwih Minggu (1/3/2026).
Menurutnya, di bazar ini pengunjung bebas memilih sesuai selera. Beragam makanan tradisional hingga jajanan ringan tersedia, seperti cenil, dawet, aneka botok dan nasi ampok, yang kini mulai jarang ditemui.
Kalau untuk harganya sih tergolong terjangkau, mulai Rp 5.000 untuk minuman dan Rp 7.000 sampai Rp 10.000 untuk makanan,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu pedagang, Siti , mengatakan bazar takjil telah dibuka mulai hari ini, Meski masih baru mulai, jumlah pengunjung tetap ramai.
“Di bazar takjil ini sangat simpel dan cepat. Jika ada pengunjung yang ingin langsung makan di sini, tempatnya juga sudah disediakan ditempat duduk disebelah timur lapangan” kata Novi.
Lokasi bazar yang strategis dan berada dekat Lapangan dan area persawahan dan pemandangan pegunungan turut mendukung tingginya minat masyarakat. Menjelang waktu berbuka puasa, lapak-lapak pedagang dipenuhi pembeli yang ingin mendapatkan menu favorit.
Tak hanya warga lokal, pengunjung dari luar daerah seperti Kediri kota dan Kediri kabupaten juga turut meramaikan bazar ini. Mereka sengaja datang untuk berburu takjil sekaligus menikmati suasana sore Ramadhan didesa Ngadiluwih., Ngadiluwih Ngangeni”.






