Penganugerahan Indonesia’s Action Award 2023.

Newsjatim.com//Bandung,Komunitas Wana dan Lingkungan Lestari Gemah Negeri (Wallagri) meraih anugerah Indonesia’s Sustainable Development Goals (SDGs) Action Award 2023 dari Kementerian Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas pada gelaran SDGs Annual Conference (SAC) 2023 bertema : “Air, Energi dan Pertanian menuju Ketahanan Pangan Berkelanjutan” yang diselenggarakan di Hotel Royal Ambarrukmo Yogyakarta, senin 6 Nopember 2023.

Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang berkedudukan di RW 09 Kelurahan Pasanggrahan Kecamatan Ujungberung Kota Bandung tersebut, berhasil menjadi juara ke-3 ajang bergensi kompetisi tingkat nasional dengan menciptakan Kampung Hejo Sae Co-Workingspace sebagai upaya mewujudkan tujuan pembangunan nasional berkelanjutan tahun 2030 yang selaras dengan visi Indonesia emas 2045.

Karya inovatif ini selaras dengan SDGs tujuan 2 tanpa kelaparan, tujuan 6 air bersih dan sanitasi layak, tujuan 7 energi bersih dan terjangkau serta tujuan 12 konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab.

Berdasarkan hasil kunjungan verifikasi lapangan oleh tim juri dari Bappenas bulan oktober lalu, Kampung Hejo Sae Co-Working Space yang dibangun komunitas Wallagri ini dinilai inovatif karena mengembangkan tiga program unggulan Kota Bandung sekaligus yaitu Buruan Sae, Kang Pisman dan Co-Working Space yang dikemas secara terencana dan terintegrasi berdasarkan nilai-nilai kearifan lokal sunda dan teknologi modern.

Komunitas yang didirikan oleh Bapak Sutrisna sejak tahun 2005 ini, berfilosofi pada kekuatan 3R gotong royong masyarakat sunda yaitu ririungan (senang berkumpul) rereongan (saling berkontribusi materi) dan rereujeungan (saling dukung kegiatan). Inilah yang mendasari prinsip utama SDGs yaitu efisiensi ruang produktif dan keterlibatan aktif banyak pihak dengan mengembangkan 17 kegiatan pemberdayaan warga berbagai kelompok usia dan gender dalam sebuah ruang kecil yang dinamakan Wallagri Centre.

Apresiasi setinggi-tingginya, bahwa kesuksesan ini merupakan hasil perjuangan bersama banyak pihak secara penta-helix di mulai dari pihak akademisi Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Unisba yang telah memberikan program PKM LPPM Unisba berupa Pendampingan Perancangan Kampung Hejo Sae Co-Working Space, kemudian diwujudkan oleh pihak pemerintah Kota Bandung terutama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) dengan kegiatan pembinaan kontinyu program buruan sae; Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DPKP) Kota Bandung yang telah membangun sarana dan prasarana persampahan serta memberi pelatihan Kang Pisman; Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) yang telah membanguan Taman Wallagri 09, pemerintahan kecamatan beserta jajaran muspika Kecamatan Ujungberung dan Kalurahan Pasanggrahan yang mengintegrasikan implementasi program-program pembangunan kewilayahan ; serta segenap jajaran kepengurusan RW 09 Kelurahan Pasanggrahan yang telah berjuang keras ditataran praktis lapangan.

Tidak kalah pentingnya, dukungan pihak kelembagaan seperti Satgas Citarum Harum yang telah membangun IPAL Komunal, Komunitas bening yang mengembangkan Pendidikan Karakter Sapoe Jadi Patani Siswa-siswa berbagai sekolah ; Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PKK, Karang Taruna dan Forum RW baik tingkat kota Bandung, Kecamatan Ujungberung maupun Kelurahan Pasanggrahan dengan program-program pembangunan kewilayahannya.

Rumah Zakat merupakan elemen jaringan penta-helix lainnya, yang mendukung keberhasilan perwujudan Kampung Hejo Sae Co-Working Space ini.

Rumah zakat telah membangun RW 09 Kelurahan Pasanggrahan ini sebagai Kampung Lansia Jawara (Jagjag waringkas) dengan menyediakan berbagai sarana dan prasarana Sekolah Lansia serta berbagai kegiatan Lansia maupun kemasyarakat umum lainnya.

Rumah Zakat juga membangun tata informasi edukasi lingkungan yang mengingatkan kembali agar ngamumule budaya kolot (melestarikan nilai-nilai tradisi luhur) aneka peribahasa sunda di sepanjang jalan kampung hejo sae sehingga menjadi destinasi yang menarik.

Terakhir, dukungan pihak media terutama Oeber TV yang selama proses penilaian SDGs melakukan peliputan secara khusus.