Pak Lutfi Nasdem Peduli Suprihatin Warga Desa Punjul Yang Tinggal Di RTLH

Pak Lutfi Nasdem Peduli Suprihatin Warga Desa Punjul Yang Tinggal Di RTLH

Pak Lutfi NasDem Peduli Suprihatin Warga Desa Punjul Yang Tinggal Di RTLH

Newsjatim.com//Kediri Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kediri, Drs.H.Lutfi Mahmudiono mengunjungi rumah Suprihatin (56) warga Purworejo, Desa Punjul, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri yang viral karena dinilai tidak layak huni, karena rumah tersebut hanya berukuran 180 cm dengan panjang 3 meter, Kamis (17/8/2023) siang.

Kunjungan Lutfi NasDem yang juga sebagai Wakil Ketua Komisi I DPRD itu untuk memberikan bantuan sekaligus melihat langsung kondisi yang sebenarnya setelah viral di media sosial.

Setelah sampai di lokasi Lutfi langsung menyalami Suprihatin dan anaknya dan melihat langsung kondisi dalam rumah Suprihatin. Lutfi tidak canggung untuk memasuki rumah yang berdinding gedhek (anyaman bambu ) yang sudah rapuh yang di lapisi plastik mulsa berwarna hitam itu.

Sebenarnya Suprihatin kondisi sebelumnya tidak separah ini, dulu semasa suaminya masih hidup, dia punya rumah dan tanah yang lumayan layak huni, namun sepeninggal suaminya rumahnya sedikit demi sedikit di jual ke tetangga untuk memenuhi kebutuhan hidup bersama anak semata wayangnya bernama Sunarsi (30). Kepedihan itu di perparah dengan kondisi anak perempuannya yang mengalami keterbelakangan mental.

Saat ini Suprihatin hanya memiliki sisa tanah yang di tempati dengan luas 180 cm panjang 8 meter, dan dari sisa tanah tersebut Suprihatin menempati gubug 180 cm X 3 meter yang dijadikan tidur bersama Sunarsih anaknya.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan makan sehari hari, Suprihatin mencari rejeki dengan cara ‘Ngasak’ (mencari sisa panen petani yang tercecer) sebagi upaya untuk bertahan hidup. ” Gih niku damel maem Kulo Ngasak, (ya itu untuk memenuhi kebutuhan makan saya ngasak), Alhamdulillah saben kalih Minggu kulo angsal kalih doso kilo, trus Kulo selep ne, (Alhamdulilah setiap dua Minggu saya dapat 20 kilo, trus saya selep) kata Suprihatin.

Melihat kondisi seperti itu H.Lutfi sangat trenyuh, dan merasa sangat kasihan. Karena ia tidak menduga kok masih ada masyarakat yang secara sosial sangat memprihatinkan. “Ketika saya mendapatkan kabar terkait dengan kehidupan Bu Suprihatin ini beserta putrinya tadi, saya terpanggil untuk melihat kondisi yang sebenarnya. ” Nah hari ini tadi diantar oleh pak lurah (kades) pak wo kita lihat ke lokasi dan kita bertemu dengan Bu Suprihatin,” kata Lutfi.

Setelah melihat kondisi seperti itu Wakil Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kediri itu merasa sangat perlu mengambil langkah untuk membantu Suprihatin dan anaknya. ” Melihat kondisinya seperti itu, NasDem terpanggil untuk membantu Bu Suprihatin, dan kami bersama kader NasDem ihtiar agar Bu Suprihatin punya rumah yang layak huni. Tentu nanti kita diskusikan terlebih dahulu dengan pemerintah desa,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Desa Punjul Kecamatan Plosoklaten Sulistiono mengatakan, sebenarnya Suprihatin bersama anaknya selalu mendapatkan bantuan-bantuan dari pemerintah.
Bahkan untuk mendapatkan tempat tinggal yang layak huni, namun yang bersangkutan menolak. ” Dulu pernah direlokasi ditempatkan ditanah milik desa tinggal menempati, tapi Bu Suprihatin dan putrinya tidak mau, tentu kan ini harus ada motivasi untuk mereka berdua, ” ke atasnya.

Lebih lanjut Kades saat didampingi Plt Kasun Purworejo Sriyono mengatakan, keluarga Bu Suprihatin ini selalu mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. ” Sebenarnya Bu Suprihatin ini juga sudah masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Bahkan pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa program bedah rumah. Namun gagal diterima, karena tanah yang dimiliki tidak memenuhi syarat, seharusnya syarat minimal program bedah rumah itu 3mX 4m, namun tanah milik Suprihatin luasnya hanya lebar 180 cm, ya akhirnya di tolak, ” tegasnya.

Kedatangan Ketua DPD Partai NasDem Kabupaten Kediri H.Lutfi Mahmudiono, juga memberikan bantuan beras dan kopi bubuk serta tali asih kepada Bu Suprihatin, sebagai rasa empati kepada sesama masyarakat Indonesia yang belum merasakan kemerdekaan.