LSM Gerak Indonesia Soroti Pembuangan Material Limbah Pembangunan Bendungan Bagong Trenggalek.

Newsjatim.com//Trenggalek,Kamis 07/12/2023 Warga Desa Ngares, Kecamatan/Kabupaten Trenggalek berencana menggelar aksi damai di Pemerintah Kabupaten Trenggalek dan PUPR Kabupaten Trenggalek dan Polres Trenggalek.

Hal itu disebabkan Masyarakat mengeluh kepada pemerintah Kabupaten trenggalek akan tetapi belum ada respon dari Pemkab Trenggalek terkait rusaknya jalan Desa Ngares sepanjang 3 kilometer dampak pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bagong, di Kecamatan Bendungan yang menyebabkan banjir ke pemukiman warga dimusim penghujan.

Bendungan yang dianggarkan senilai Rp 1,6 triliun sendiri mulai dibangun sejak tahun 2018 akan tetapi merusak alam di dusun Ngares Desa Ngares Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek.

Sementara itu Imron 37 th warga setempat mengatakan “Sebelum ada pembangunan Bendungan Bagong, jalan sini aspal, lewat sini tidak ada masalah baik roda dua maupun roda empat.

Rusaknya jalan tersebut dikarenakan adanya armada proyek pembangunan bendungan yang lewat di jalan tersebut.

Selain itu adanya luapan sungai atau banjir dari sungai juga membuat jalan semakin rusak karena banjir membawa material tanah yang tertinggal di jalan setelah banjir surut.

“Kalau banjirnya sudah surut, lumpur yang tertinggal di jalan itu sangat tebal. Kalau hujan lagi jadi licin, banyak anak yang berangkat sekolah terpeleset. Sedangkan kalau kemarau jadi berdebu,” lanjutnya.

“Setahu saya mereka memang membuang tanah galian proyek bendungan tersebut ke bantaran sungai desa setempat, sehingga kalau airnya meluap, tanah tersebut ikut terbawa sehingga mengakibatkan banjir ke Pemukiman Warga.

Ia berharap, pemerintah Kabupaten Trenggalek ataupun pelaksana proyek dapat segera memperbaiki jalan tersebut mengingat jalan tersebut begitu vital untuk kegiatan masyarakat.

Adanya Proyek Strategis Nasional yang diduga merugikan masyarakat di Dsn Ngares Desa Ngares Kecamatan Trenggalek Kabupaten Trenggalek Jawa-Timur.

Menjadi sororan Lembaga Swadaya Masyarakat Gerakan Rakyat Anti Korupsi Indonesia atau lebih dikenal LSM Gerak Indonesia.

 

Jemies Ahmeid C Kepala Bidang Kepemudaan Gerak Indonesia mengungkapkan Kurang lebih 2th yang lalu start penataan lahan proyek bendungan bagong yg terletak di desa Sumurup Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek sangat membawa merugikan masyarakat, Tanah dan batu dari pemangkasan bukit dibuang di bantaran sungai tanpa ijin warga.

Tanah dan batu yang berjumlah ribuan kubik tersebut, dibuang di bantaran sungai sehingga merusak lahan pertanian, irigasi pertanian juga rusak, pendangkalan sungai yang berakibat banjir yang menggenangi kepermukiman warga dusun ngares saat musim hujan.

Informasi yang kami dapat Puncaknya musim penghujan tahun lalu sungai beberapa kali banjir dan menghanyutkan material tanah dan batu , sehingga wilayah kami terkena limbah material tersebut,

kerusakan yang ditimbulkan yakni antara lain:
1. Areal Persawahan
2. Areal wisata kali temon
3. Pendangkalan sungai yang berakibat banjir selalu menggenangi pemukiman warga
4. Jalan Desa Dan sampai sekarang belum ada tindakan dari PT yang sifatnya real untuk tindak lanjut dari kerugian tersebut.

Kami mewakili masyarakat meminta Pemkab Trenggalek Dan Polres Trenggalek memberikan solusi yang terbaik untuk masyarakat terdampak Pembangunan Bendungan Bagong tersebut

Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan surat cinta keinstansi terkait sampai ke Kementrian PUPR tegasnya.

Sampai berita ini dinaikkan dimedia ini, pihak terkait belum bisa dikonfirmasi.