Geruduk Baldes Badal Pandean dan DP3AP2KB Kabupaten Kediri Aliansi Peduli Anak Dan LSM,ini penyebabnya.

Geruduk Baldes Badal Pandean dan DP3AP2KB Kabupaten Kediri Aliansi Peduli Anak Dan LSM,ini penyebabnya.

Newsjatim.com,Kediri,-Bentuk Keprihatinan Masyarakat Kediri yang tergabung dalam Aliansi Peduli Anak Kabupaten Kediri,menggeruduk Kantor Desa Badal Pandean dan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kediri  (DP3AP2KB Kabupaten Kediri).

Mengatasnamakan Aliansi Peduli Anak yang merupakan gabungan sejumlah LSM di Kediri. Pada Kamis (21/03), menggelar aksi di depan Balai Desa Badal Pandean Kecamatan Ngadiluwih.

Tuntutan aliansi peduli anak Kabupaten Kediri meminta pertanggungjawaban dua kepala desa yaitu Kades Badal Pandean dan Kades Wonorejo yang diduga berupaya menyelesaikan kasus pelecehan seksual di bawah umur dengan cara perdamaian tanpa melalui proses hukum yang benar.

Dalam orasinya massa juga mempertanyakan kinerja Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri dianggap tidak maksimal.

“Lebih baik dibuyarkan saja dinas ini, cuma buat hamburkan anggaraj,” ucap perwakilan Peserta Aksi.

Dikonfirmasi disela aksi,Jemies Ketua Satuan Kepumadaan LSM Gerak menyampaikan.

“Tuntutan utamanya yakni proses kejahatan terhadap anak tidak bisa didamaikan begitu saja,harus diproses secara hukum karena tidak ada perdamaian untuk kejahatan terhadap anak.

Temuan kami adanya perdamaian yang dijembatani oleh pemerintah desa setempat,sebelum kasus ini belum ada laporan dari pihak keluarga korban.

Kami meminta Pemkab Kediri mengevaluasi kinerja Dinas Perlindungan Anak Kabupaten Kediri dan memberikan edukasi terhadap Pemerintah Desa Sekabupaten Kediri terkait perlindungan Anak,,jangan hanya pencitraan saja fota foto tanpa bukti nyata kinerja yang terbaik,sedangkan kasus kekerasan terhadap anak bermunculan disana sini

Dan menyikapi statemen Kepala Desa Badal Pandean terkait diduga pelaku datang dan memeluknya dari belakang. “Niatnya untuk menghibur, memberikan pelukan dan mencium pipi korban itu tidak benar.

Karena dari pengakuan korban diduga pelaku sempat menjambak rambut korban apa itu bisa disebut menghibur tegasnya .

“Kami prihatin sekali, banyak sekali kasus-kasus yang terjadi, yang harus kita cegah bersama-sama, memberikan kesadaran kepada masyarakat, mari bersama-sama untuk mencegah kekerasan terhadap anak.

“Dan itu terjadi, baik di lingkungan keluarga yang paling banyak, tentu itu menyakitkan ya, karena pelakunya adalah orang-orang terdekat, atau sudah dikenal oleh korban

Kami akan mengambil langkah langkah yang kami anggap diperlukan untuk kasus ini,termasuk menggelar Aksi Damai Jilid II ungkapnya